Jumaat, 1 Mei 2015

SULALATUS SALATIN-69

Gema Pembunuhan Telanai Terengganu 

Berapa lama antaranya di jalan, maka sampailah ke Pahang, lalu mudik ke negeri. Maka dipersembahkan orang kepada Sultan Muhammad, "Bahawa Laksamana datang, dititahkan paduka adinda dari Melaka mengadap tuanku." Maka baginda pun keluarlah dihadap segala hulubalang Pahang. Maka di­suruh baginda jemput surat dari Melaka itu. Seri Pikrama Raja, Penghulu Bendahari Pahang, dititahkan baginda menjemput surat itu.

Setelah datang ke perahu Laksamana, maka surat pun disambut orang, dibawa ke darat bersama-sama dengan Laksamana, Maka surat itu pun dibawa naik ke atas gajah, lalu diarak dengan gendang, serunai, nafiri, nagara, di bawah payung putih berapit dua. Maka Laksamana pun berpesan pada seorang orangnya, "Jikalau surat sudah dibaca, hendak­lah engkau bunuh seorang keluarga Seri Akar Raja." Maka kata orang itu, "Baiklah". Maka surat pun sampailah ke dalam. Segala orang yang mengadap Sultan Muhammad itu sekalian­nya turun dari atas balai, melainkan Sultan Pahang juga ting­gal seorangnya. Maka gajah pun dikepilkan di balai, surat pun disambut oleh bentara, lalu dibaca oleh khatib, demikian bunyinya, "Salam doa paduka adinda datang kepada kakanda," maka kata-kata yang lain pula.

Setelah surat sudah dibaca, maka segala orang pun naik­lah duduk, masing-masing pada tempatnya. Maka Laksamana pun menjunjung duli, lalu duduk; sesaat duduk berkata-kata, maka bunyi orang gempar di luar. Maka Sultan Pahang pun bertanya, "Apa gempar itu?" maka sembah orang yang baru masuk itu, "Tuanku, orang Laksamana konon membunuh saudara sepupu Seri Akar Raja." Maka titah Sultan Muhammad Syah pada Laksamana, "Orang tuan konon membunuh saudara sepupu Seri Akar Raja; baik tuan periksa," Adalah adat raja Pahang, memanggil Orang Kaya-kaya Melaka "tuan". 

Maka Laksamana pun menyuruh membawa orang itu masuk dengan ikatnya. Setelah datang maka kata Laksamana, "Sungguhkah tuan hamba membunuh saudara sepupu Seri Akar Raja?" Maka sahut orang itu, "Sungguh tuanku." Maka sembah Laksamana pada Sultan Pahang, "Sungguhlah patik ini membunuh saudara sepupu Seri Akar Raja, tetapi tiada patik beri dipengapa-ngapakan kerana salah Seri Akar Raja pun ada ke bawah duli paduka adinda di Melaka, oleh membunuh Telanai Terengganu, tiada memberitahu ke Melaka." Maka Sultan Muhammad Syah pun tersenyum; titah baginda, "Adapun Telanai Terengganu kita suruh bunuh itu, sebab biadab mulutnya, mengatakan negeri Melaka itu di bawah kelangkangannya. Adapun saudara sepupu Seri Akar Raja yang mati itu, mana bicara Laksamana dengan Seri Akar Raja; kerana ia pun bukan orang lain pada Laksamana."

Maka Laksamana dan Seri Akar Raja pun bermohonlah pergi menanamkan saudara sepupunya itu, Maka Sultan Pahang pun berangkatlah masuk. Maka segala yang mengadap itu masing-masing kembalilah ke rumahnya. Laksamana pun turunlah ke perahunya. Selang beberapa hari Laksamana di Pahang, maka Laksamana pun bermohon kepada Sultan Muhammad Syah, hendak kembali ke Melaka. Maka Sultan Pahang pun memberi surat dan memberi persalin akan Lak­samana. Maka surat pun diarak orang ke perahu Laksamana. Setelah datang ke perahu, maka yang menghantar surat itu pun pulanglah. Maka Laksamana pun hilirlah lalu belayar.

Berapa hari di jalan, maka sampailah ke Melaka. Surat itu pun diarak serta disambut, lalu dibaca. Setelah sudah, Laksamana pun naik menjunjung duli Sultan Alau'd-Din; lalu duduk me­ngadap, persembahkan segala hal-ehwalnya tatkala di Pahang itu. Maka terlalulah sukacita Sultan Alau'd-Din; beberapa puji baginda akan Laksamana, serta dianugerahi baginda persalin seperti pakaian anak raja-raja. Wa'llahu a'lamu bi'l-sawab, wa ilaihi 'l-marji 'u wa 'l-ma 'ab.

Catat Ulasan